Pages

Kamis, 09 Mei 2013

The Perspective of Live

One day a father of a very wealthy family took his son on a trip to the country with the firm purpose of showing his son how poor people live. They spent a couple of days and nights on the farm of what would be considered a very poor family. On their return from their trip, the father asked his son, 
"How was the trip?"
"It was great, Dad".
"Did you see how poor people live?" the father asked.
"Oh yeah" said the son.
"So, tell me, what did you learn from the trip?" asked the father. 

Selasa, 07 Mei 2013

Cahaya Itu Bernama, " Stop Pacaran! "

Biasanya seseorang masih bisa terlihat tetap tangguh saat permasalahan pekerjaan menghampirinya, walau mungkin perasaan pesimisnya mendesak untuk segera menyerah pada keadaan. Namun, dengan segala pemahaman yang baik, dia tetap bertahan dan malah mencari jalan keluar agar permasalahan pekerjaannya selesai.
Biasanya seseorang masih bisa terlihat tetap tegar ketika perkara keluarga menyapanya, meski terkadang terlalu mencabik dan menorehkan luka yang begitu dalam. Namun, dengan semua pengalaman yang bijaksana, dia tetap optimis untuk merampungkan perkara keluarga itu. Hal ini seolah menjadi sebuah kontradiksi yang butuh banyak energi untuk dipikirkan, mengingat tak ada lagi kekuatan yang tersisa, habis sudah pandangan rasional, bahkan menghilangnya pemahaman yang baik bila seseorang tercemplung dalam kecamuknya perasaan. Sampai-sampai, bila dibiarkan berlarut-larut akan mengikis semangat untuk bekerja, semangat untuk berprestasi, bahkan na’udzubillah malah kehilangan semangat hidup. Maka, inilah yang sering terjadi dikalangan pemuda kita. Tersangkut arus percintaan telah membuat mereka lupa akan fitrah dari cinta itu sendiri.
Bukankah Allah Subhanahuwata’ala adalah Dzat dengan segala kemahaa-cintaan, yang menciptakan, memberi, dan mengambil kembali milik-Nya dengan penuh cinta? Dia menitipkan rasa mengasihi dan menyanyangi disetiap lubuk hati makhluk ciptaan-Nya. Tidak hanya kita sebagai manusia yang merasakannya, hewan pun juga merasakannya. Tapi yang menjadi pembeda antara kita dan hewan adalah kita punya nilai, batasan, norma agama, dan peraturan yang mengikat sebagai rambu-rambu penunjuk cinta agar tetap berada pada hakekat cinta yang sebenarnya, yakni suci, menyemangati, dan melindungi. Bukan malah hanya mengedepankan hasrat, memenuhi hawa nafsu dan birahi di balik kedok cinta.

Lalu apalagi yang masih kita ragukan, apalagi yang masih kita pertimbangkan. Segalanya pasti telah ditetapkan dan telah diperhitungkan jauh sebelum kita diciptakan. Tapi masalahnya sekarang adalah banyak pemuda kita yang lari dari konteks dan aturan menggunakan cintanya, terkhusus remaja yang masih begitu mudah terbuai gejolak cinta. Lihat saja kasus yang marak terjadi saat ini, lewat jejaring sosial pemalsuan cinta sering dilakukan, memakan korban remaja putri, pemudi, dan orang-orang yang belum
sabar menanti pastinya janji Tuhan.

Setiap makhluk diciptakan berpasangan, begitu juga kita. Yang diperlukan saat ini adalah pemahaman yang baik bahwa semuanya pasti ada ujung, jika waktunya belum tiba maka cukup sabar dan shalatlah yang dijadikan sebagai penolong. Sangat memalukan sekali bila kita memaksakan jalan cinta yang sejatinya bukan untuk kita. Karena kebanyakan dari itu malah hanya akan menimbulkan masalah. Bahkan yang menyedihkan sekali kemaksiatan seperti lumrah di atas hamparan cinta. Islam sangat melarang keras sepasang pemuda yang tidak ada hubungan keluarga berdua-duaan, sebab ada setan yang selalu membisikkan untuk melakukan dosa, namun sekarang lihatlah, pacaran malah menjamur. Anehnya lagi, orang tua yang seharusnya memberi arahan malah mendukung dan bangga melihat anaknya punya pacar. Menjalin hubungan pacaran sama dengan mendekatkan diri dengan kemaksiatan, memperlancar jalan setan untuk menyesatkan, dan yang pasti menjauhkan hati dari rasa khusyu’ dan cinta terhadap Rabb pemiliki semesta.

Untuk itu, kembalikan paradigma kita tentang cinta pada hakikat yang sebenarnya, bahwa dia bukan alat untuk memiliki, sebab kalau hanya alasan untuk memiliki saja seperti yang dilakukan orang pacaran, jelas itu bukan cinta namanya. Dia bukan sesuatu yang irasional keberadaannya, sebab kalau hanya alasan abstrak seperti yang sering keluar dari mulut penggombal, sehingga ketika terjadi penyelewengan maka tak ada yang perlu dipertanggung jawabkan, jelas itu bukan cinta namanya. Dia bukan sesuatu yang bebas tanpa ruang, sebab kalau hanya itu alasannya seperti yang dikemukakan penyair cinta ‘musisi band’ zaman sekarang, sehingga karena terlalu bebas boleh berpindah kemana saja, jelas itu bukan cinta namanya.

Pacaran bukanlah jalan tepat untuk merealisasikan gejolak ketertarikan kepada lawan jenis, malah itu adalah pilihan buruk yang sama-sekali tidak pernah Rasulullah bawa dan ajarkan. Cukuplah bila saatnya masih lama, perasaan itu dialirkan pada kegiatan-kegiatan positif. Dari hari ke hari mencari celah untuk selalu mendekat kepada Allah dengan meneladani Rasul sebagai uswa. Jika ada ketertarikan, itu wajar saja. Namun bila diturutkan itu yang malah berbahaya. Tumbuhkanlah pemahaman baik, bahwa melakukan perbuatan yang sia-sia akan membuahkan hasil yang sia-sia pula, bahkan tanpa disadari malah mengundang dosa.
Source : http://zilzaal.blogspot.com

Minggu, 05 Mei 2013

Tangisan Lekaki


Tahukah engkau, Lelaki sebenarnya jauh lebih sering MENANGIS?
Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya.
Itulah mengapa Allah menyebutkan pada lelaki lebih kuat akalnya berbanding seorang wanita. Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan selain kedegilan mereka.
Lelaki menangis kerana tanggung jawabnya di hadapan Allah.
Dia menjadi tonggak penyangga dalam rumah tangga.

15 Anugerah Perembpuan yang Allah Berikan

1. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis tersebut. Lalu Baginda bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat?” Jawab mereka,“Tidak”.

Sabda Baginda, “Seeloknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami nescaya pahalanya sama dengan ibadat kaum orang lelaki.”

2. Wanita yang memerah susu binatang dengan ‘Bismillah’ akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

3. Wanita yang menguli tepung gandum dengan ‘Bismillah’, Allah akan berkatkan rezekinya.

Rasulullah s.a.w dan Kucingnya

Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza.

Suatu ketika, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Kerana tidak mahu mengganggu haiwan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan tunduk sujud kepada tuannya.

Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengusap lembut ke badan kucing baginda itu sebanyak 3 kali.

Dalam peristiwa lain, setiap kali Nabi menerima tetamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan diriba diatas pahanya.

Pembongkaran Hubungan Antara Kiblat Kaabah Dan Hari Kiamat

Ini adalah satu artikel yang menarik yang sesuai untuk dibuat sebagai renungan kita. Mengenai satu kajian hubungan antara kiblat kaabah dan hari kiamat. Sungguh beruntung bagi sesiapa yang pernah menjejakkan kaki ke tanah suci Mekah. Di sana kita akan dapat bersujud betul-betul di hadapan kaabah.

Sesungguhnya rumah yang pertama dibangunkan untuk manusia beribadah adalah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk manusia. (QS.Ali Imran. 96 )

Kita mungkin pernah bertanya kenapa harus solat mengadap Kiblat, dan juga kenapa harus ada Ibadah Tawaf?

PENGERTIAN DOA

Perkataan DOA putus cinta dan pendekat jodoh diambil dari Bahasa Arab yang merupakan ‘nama terbitan’ (masdar) dari kata kerja (perbuatan) ‘Da’aa, dari sudut bahasa bererti ‘seruan’, panggilan, ajakan atau permintaan.

Jika dilihat dari segi pengertian syara’, doa adalah ‘memohon kepada Allah SWT dengan meminta kebaikan dari sisiNya dengan penuh ketulusan hati dan penuh pengharapan. Pengertian ini dijelaskan oleh Allah dalam beberapa tempat di dalam al-Quran.

Antara firman Allah:

Maksudnya “ Berdoalah kepadaku, nescara akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk ke Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

(Ghafir: ayat 60)

Persoalan yang seringkali timbul dalam hati setiap hamba Allah di muka bumi yang mendambakan cinta sesama manusia. Terkadang seribu usaha telah dilakukan dan tawakkal serta doa telah dilafazkan.Akan tetapi adakah hasilnya seperti ape yang diharapkan?
Sahabat,sedarlah bahawa usaha itu adalah satu kemestian yang dilakukan oleh setiap hamba Allah dimuka bumi kerana kita harus merancang akan tetapi Allah yang menentukan segalanya. Berapa ramai insan yang kecundang selepas usaha yang dilakukan tidak seperti apa yang dijangkakan?Bahkan ada yang memaling pada mentaati perintah Allah setelah kecewa dengan pengakhiran suatu usaha itu.
Sahabat, sedarlah bahawa Allah itu Maha kaya dan Maha mengetahui setiap hati hamba-hambanya.Ketentuan dariNya adalah yang terbaik untuk hamba-hambanya dan kita haruslah redha dengan ketentuanNya kerana ini adalah seiring dengan rukun iman keenam yakni percaya pada qadha dan qadar. Tidak redha dengan ketentuanNya bermakna tidak percaya pada rukun iman keenam. 

Ciri-Ciri Wanita Solehah

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita menerima gelaran solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat iaitu :

1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya 
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut :

1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ? - Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari   segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada mahram bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

Tanda-tanda Kematian orang Islam

Sesungguhnya tanda-tanda kematian menurut Ulama’ adalah benar dan wujud. Cuma amalan dan ketakwaaan kita saja yang akan membezakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini. Rasullullah saw diriwayatkan masih mampu memperlihat dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara langsung kesukaran menghadapi sakaratul maut dari awal hinggalah akhir hayat baginda.  
Imam Al-Ghazali diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehinggakan beliau mampu menyediakan dirinya untuk menghadapi sakaratul maut secara bersendirian. Beliau menyediakan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali. Cuma sampai bahagian tubuh dan kepalanya sahaja, beliau telah memanggil abangnya iaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bahagian mukanya.
Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah swt tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadi kita supaya bertaubat dan bersedia dalam perjalanan menghadap Allah swt. Walau bagaimanapun, semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang Islam sahaja manakala orang kafir iaitu orang yang menyekutukan Allah, nyawa mereka akan terus direntap tanda sebarang peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah swt.

10 Cara Untuk Menghafal Al-Qur`an

 Ada sebuah buku (minibook) menarik yang dikarang oleh salah satu penulis produktif di Mesir, DR Rajib Sirjani. Dalam bukunya Kaifa Tahfadzul Qur’an ia membahas hal-hal yang harus diperhatikan oleh para penghafal Al-Qur’an. Secara garis besar ia membuat dua pembahasan. Pembahasan pertama tentang tips-tips yang bersifat primer (asasiyah) dan tips kedua bersifat sekunder (musa’idah). Dan dalam setiap pembahasan tips ada sepuluh poin yang harus diperhatikan.

TIPS-TIPS PRIMER (ASASIYAH).

Tips ini harus dimiliki oleh para penghafal Al-Qur’an karena menjadi hal yang sangat mendasar selama menghafal. Ada sepuluh poin yang harus dimiliki oleh para penghafal Al-Qur’an baik sebelum, sesudah atau selama ia menjalani proses menghafal Al-Qur’an.

1. Ikhlas
Ikhlas merupakan fondasi terpenting dalam setiap pekerjaan. Hal ini disebabkan karena siapa saja yang melakukan sebuah pekerjaan bukan karena mengharap ridha Allah maka pekerjaannya akan sia-sia saja. Ia juga akan menjadi orang yang pertama kali disidang pada hari kiamat.

Sebuah hadits dari Imam Hakim menerangkan bahwa orang yang menghafal Al-Qur’an terbagi menjadi tiga golongan; golongan yang ingin pamer, golongan yang ingin mencari makan dari hafalannya dan golongan yang memang murni karena Allah.

Ketika kita tidak bisa ikhlas secara utuh maka kita bisa menggunakan alternatif pembantu yaitu dengan memperbanyak niat yang baik seperti niat dapat memperbanyak baca Al-Qur’an, bisa bertahajjud sambil mengulang hafalan, berharap bisa meraih kemuliaan orang yang menghafal Al-Qur’an, berharap agar orang tua kita dapat diberikan mahkota pada hari kiamat, agar terjauh dari azab akhirat, agar dapat mengajarkannya kembali pada orang lain, agar dapat menjadi suri tauladan baik bagi orang Muslim atau yang non-Muslim atau niat-niat baik yang lainnya. Yang penting kita berniat karena Allah dan bukan karena dunia.